capoeiravadiacao.org Pemerintah Kota Depok terus memperkuat komitmennya dalam menata wajah kota agar lebih rapi, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penertiban kabel udara di sepanjang Jalan Raya Serua. Program ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pemkot Depok dalam menciptakan tata kota yang modern dan tertib.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Depok, pemerintah daerah bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi untuk melakukan pemotongan dan penataan kabel yang selama ini menjuntai di udara. Kabel-kabel tersebut dinilai mengganggu estetika kota sekaligus berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Penertiban Sepanjang 1,9 Kilometer
Penertiban kabel udara dilakukan di ruas Jalan Raya Serua dengan panjang mencapai 1,9 kilometer. Ruas ini merupakan jalur yang cukup padat aktivitas warga, sehingga keberadaan kabel udara yang semrawut kerap dikeluhkan masyarakat. Kabel yang menjuntai rendah tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga berisiko tersangkut kendaraan tinggi dan membahayakan keselamatan.
Proses pemotongan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Fokus utama kegiatan ini adalah memastikan kabel-kabel yang tidak lagi digunakan atau dipasang tanpa standar dapat ditertibkan, tanpa mengganggu layanan telekomunikasi yang masih aktif digunakan warga.
Simbol Komitmen Penataan Kota
Kegiatan penertiban ini ditandai secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, bersama unsur pemerintah wilayah setempat. Langkah simbolis tersebut menunjukkan keseriusan Pemkot Depok dalam menata infrastruktur kota secara berkelanjutan.
Dalam keterangannya, Chandra Rahmansyah menegaskan bahwa penataan kabel udara bukan semata soal kerapian visual. Menurutnya, langkah ini juga berkaitan erat dengan aspek keamanan dan kenyamanan masyarakat yang melintas di kawasan tersebut setiap hari.
Estetika dan Keamanan Jadi Tujuan Utama
Pemkot Depok menilai bahwa keberadaan kabel udara yang tidak tertata dapat menurunkan kualitas ruang kota. Jalan protokol dan jalan penghubung antarwilayah seharusnya menjadi wajah kota yang tertib dan enak dipandang. Dengan penataan kabel, diharapkan lanskap jalan menjadi lebih bersih dan teratur.
Selain itu, faktor keselamatan menjadi perhatian utama. Kabel yang menggantung rendah berisiko putus atau tersangkut kendaraan, terutama truk dan bus. Dalam kondisi tertentu, hal ini dapat memicu kecelakaan lalu lintas maupun gangguan listrik dan telekomunikasi. Penertiban kabel dinilai sebagai langkah preventif untuk meminimalkan risiko tersebut.
Target Kota Bebas Kabel Udara
Pemkot Depok tidak berhenti pada penertiban di Jalan Raya Serua saja. Pemerintah daerah menargetkan seluruh jalan protokol di Depok dapat terbebas dari kabel udara dalam beberapa tahun ke depan. Target tersebut menjadi bagian dari visi besar penataan kota yang lebih modern dan berorientasi pada kenyamanan publik.
Untuk mencapai target tersebut, Pemkot Depok akan terus melakukan koordinasi dengan para penyelenggara jaringan utilitas. Penataan kabel tidak dapat dilakukan secara sepihak, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor agar hasilnya optimal dan berkelanjutan.
Peran Penting Kolaborasi dengan Operator
Kolaborasi dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi dinilai sangat penting dalam proses ini. Melalui asosiasi tersebut, berbagai operator dapat dikoordinasikan agar penataan kabel berjalan tertib dan tidak saling tumpang tindih.
Pemkot Depok berharap kerja sama ini dapat menjadi model penataan utilitas perkotaan di wilayah lain. Dengan perencanaan yang matang dan komunikasi yang baik, penertiban kabel dapat dilakukan tanpa mengganggu kepentingan masyarakat sebagai pengguna layanan.
Respons Positif dari Masyarakat
Langkah penertiban kabel udara ini mendapat respons positif dari warga sekitar. Banyak masyarakat yang mengaku merasa lebih aman dan nyaman dengan kondisi jalan yang mulai terlihat rapi. Selain itu, wajah kawasan menjadi lebih enak dipandang dan mendukung aktivitas ekonomi di sekitar jalan tersebut.
Warga berharap program serupa dapat dilanjutkan ke wilayah lain yang masih dipenuhi kabel udara semrawut. Mereka menilai penataan ini sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan nyata masyarakat di ruang publik.
Tantangan Penataan Infrastruktur Perkotaan
Meski mendapat sambutan baik, penataan kabel udara bukan tanpa tantangan. Banyaknya operator, keterbatasan infrastruktur bawah tanah, serta kebutuhan layanan yang terus meningkat menjadi faktor yang perlu diperhitungkan. Oleh karena itu, Pemkot Depok menegaskan pentingnya perencanaan jangka panjang dalam pembangunan utilitas kota.
Ke depan, opsi penanaman kabel ke bawah tanah juga akan menjadi bahan kajian, terutama di kawasan strategis dan jalan utama. Langkah ini dinilai lebih ramah estetika dan aman dalam jangka panjang, meski membutuhkan investasi yang tidak sedikit.
Penutup
Penertiban kabel udara sepanjang Jalan Raya Serua menjadi bukti nyata komitmen Pemkot Depok dalam menata kota secara bertahap dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi lintas sektor, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas ruang kota sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa Depok serius menuju kota yang lebih modern, tertib, dan berwawasan tata ruang. Ke depan, masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat langsung dari lingkungan perkotaan yang lebih rapi dan aman.

Cek Juga Artikel Dari Platform cctvjalanan.web.id
