Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat mengeluarkan peringatan terkait kondisi musim kemarau tahun 2026. Sebagian besar wilayah diprediksi akan mengalami kemarau lebih awal dengan intensitas yang lebih kering dan durasi lebih panjang dari biasanya.
Situasi ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk segera melakukan langkah antisipasi.
Kemarau Datang Lebih Cepat
Menurut prakirawan BMKG Jawa Barat, Vivi Indhira, sekitar 56 persen wilayah akan mulai memasuki musim kemarau pada Mei.
Fenomena ini bahkan sudah mulai terasa sejak Maret di wilayah Bekasi dan Karawang Utara, sebelum meluas ke Subang dan Indramayu pada April.
Puncak Kemarau Diprediksi Agustus
BMKG memproyeksikan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus, dengan sekitar 90 persen wilayah Jawa Barat mengalami kondisi kering ekstrem.
Sebagian kecil wilayah lainnya diperkirakan mencapai puncak kemarau pada Juli dan September.
Sebagian Besar Wilayah Akan Kering
Secara keseluruhan, sekitar 93 persen wilayah Jawa Barat diprediksi masuk kategori kering selama musim kemarau 2026.
Hal ini menunjukkan bahwa dampak kemarau akan dirasakan secara luas di hampir seluruh wilayah provinsi.
Wilayah yang Relatif Berbeda
Hanya sekitar dua persen wilayah yang memiliki karakteristik musim berbeda.
Wilayah tersebut meliputi Kota Bogor, Bogor tengah, dan sebagian kecil Sukabumi Utara yang cenderung memiliki pola cuaca lebih basah.
Risiko Krisis Air Bersih
Dengan durasi kemarau yang lebih panjang, potensi krisis air bersih menjadi salah satu risiko utama.
BMKG mengingatkan pentingnya kesiapan infrastruktur air serta pengelolaan sumber daya air yang lebih baik.
Imbauan Mitigasi Sejak Dini
BMKG mendorong pemerintah daerah dan masyarakat untuk segera melakukan langkah mitigasi.
Upaya seperti penghematan air, penyimpanan cadangan air, serta perencanaan distribusi menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak.
Kesimpulan
Kemarau 2026 di Jawa Barat diprediksi datang lebih awal, lebih kering, dan berlangsung lebih lama dari biasanya.
Dengan kesiapan yang matang dan kolaborasi berbagai pihak, dampak dari kondisi ini diharapkan dapat diminimalkan sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan baik.
Baca Juga : Banjir Bandung Rendam Ribuan Warga Dayeuhkolot
Cek Juga Artikel Dari Platform : beritabmkg

