capoeiravadiacao.org Komitmen dunia akademik dalam merespons krisis kemanusiaan kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di wilayah terdampak bencana. Tim relawan Universitas Indonesia yang tergabung dalam program UI Peduli hadir memberikan dukungan psikososial, layanan kesehatan, serta bantuan dasar bagi masyarakat penyintas banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bener Meriah. Kehadiran ini menjadi bagian dari upaya pemulihan komprehensif di wilayah yang memiliki tantangan akses dan infrastruktur.
Tim relawan UI Peduli terdiri dari lintas disiplin keilmuan, dipimpin oleh Endang Mariani. Komposisi tim mencerminkan pendekatan holistik: tenaga medis dari Fakultas Kedokteran UI, relawan psikososial dari Fakultas Psikologi UI, serta dukungan teknis dari Fakultas Teknik UI. Fokus kegiatan diarahkan ke kawasan Samar Kilang dan Pintu Rime Gayo, dua wilayah yang terdampak signifikan dan sempat mengalami keterisolasian.
Pendekatan Psikososial Berbasis Ketahanan Komunitas
Selain bantuan medis, UI Peduli menempatkan dukungan psikososial sebagai pilar utama pemulihan. Kegiatan pendampingan dilakukan melalui sesi kelompok, interaksi dengan keluarga, serta pendekatan komunitas yang menekankan penguatan resiliensi. Endang Mariani menjelaskan bahwa masyarakat Samar Kilang menunjukkan ketahanan yang relatif baik di tengah keterbatasan logistik, air bersih, listrik, dan komunikasi.
Namun demikian, dampak lanjutan bencana—seperti stres, kecemasan, dan kelelahan psikologis—tetap membutuhkan perhatian berkelanjutan. Oleh karena itu, UI Peduli mendorong agar program pendampingan ini tidak berhenti sebagai respons darurat, melainkan berkembang menjadi program jangka panjang yang berkesinambungan dan melibatkan alumni serta seluruh fakultas di lingkungan UI.
Layanan Kesehatan Terpadu dan Kunjungan Rumah
Di bidang kesehatan, tim medis UI Peduli menyelenggarakan pengobatan massal serta kunjungan rumah bekerja sama dengan Puskesmas setempat. Ratusan warga menerima pemeriksaan dan pengobatan gratis, mencakup keluhan umum pascabencana. Model layanan ini dipilih agar menjangkau kelompok rentan yang sulit mengakses fasilitas kesehatan akibat kondisi geografis dan kerusakan jalan.
Ketua Tim Medis dari FKUI, Riyadh Firdaus, menyampaikan hasil asesmen cepat yang mengidentifikasi keterbatasan layanan dasar di wilayah tersebut. Tantangan meliputi minimnya kehadiran dokter umum, ketiadaan dokter gigi, serta pemanfaatan alat diagnostik seperti USG yang belum optimal akibat kurangnya pelatihan. Rekomendasi yang diajukan menitikberatkan pada penempatan tenaga medis tetap dan pelatihan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan lokal agar layanan menjadi mandiri dan berkualitas.
Dukungan Logistik, Air Bersih, dan Konektivitas
Akses menjadi tantangan utama di wilayah terdampak. Untuk memastikan bantuan menjangkau lokasi sulit, UI Peduli mendapatkan dukungan penuh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana melalui penyediaan helikopter. Dukungan ini memungkinkan pengiriman tim kesehatan, obat-obatan, serta logistik medis dan sembako secara aman dan tepat waktu.
Selain itu, penguatan sarana komunikasi dilakukan dengan pemasangan perangkat jaringan satelit di fasilitas kesehatan dan titik layanan publik, hasil donasi dari jejaring alumni. Upaya ini krusial untuk mempercepat koordinasi layanan, rujukan medis, dan komunikasi darurat. Di sektor air bersih, tim teknik menyiapkan pompa air bertenaga surya yang ditempatkan di lokasi strategis agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Kolaborasi Lintas Fakultas dan Jejaring Alumni
Kekuatan UI Peduli terletak pada kolaborasi. Program ini merupakan hasil sinergi lintas fakultas dan unit di UI, termasuk Fakultas Psikologi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik, serta dukungan Lembaga Pengembangan dan Pengabdian UI. Jejaring alumni—melalui ILUNI berbagai fakultas—turut berperan dalam penggalangan sumber daya, penyediaan alat, dan pendanaan.
Kolaborasi dengan mitra eksternal dan komunitas lokal memperkuat dampak program. Pendekatan ini memastikan bantuan tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga meningkatkan kapasitas lokal melalui transfer pengetahuan, pelatihan, dan penguatan sistem.
Perluasan Jangkauan ke Titik Pengungsian Lain
Selain Samar Kilang, UI Peduli juga menyalurkan dukungan psikososial dan bantuan dasar ke lokasi pengungsian lain di wilayah sekitar. Distribusi obat-obatan dan sembako dilakukan untuk memastikan kelompok penyintas yang tersebar tetap terlayani. Pendekatan multi-lokasi ini menegaskan komitmen UI Peduli untuk menjangkau wilayah dengan risiko akses tinggi.
Apresiasi Pemerintah Daerah dan Harapan Keberlanjutan
Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas kontribusi UI Peduli dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Dukungan perguruan tinggi dinilai strategis, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses dan sumber daya. Kolaborasi ini diharapkan berlanjut sebagai bagian dari ekosistem pemulihan yang inklusif.
Pemulihan Komprehensif sebagai Model Intervensi
Dukungan UI Peduli di Bener Meriah bersifat komprehensif: pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, pendampingan psikologis, penyediaan air bersih, serta penguatan konektivitas. Model intervensi ini menunjukkan bahwa pemulihan efektif membutuhkan pendekatan lintas sektor dan berorientasi keberlanjutan.
Melalui kerja kolaboratif dan berbasis ilmu pengetahuan, UI Peduli menegaskan peran perguruan tinggi sebagai agen kemanusiaan. Kehadiran ini bukan hanya menjawab kebutuhan mendesak, tetapi juga membangun fondasi ketahanan komunitas untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Cek Juga Artikel Dari Platform faktagosip.web.id
