Pertandingan antara Persib Bandung dan Persija Jakarta selalu memiliki makna lebih dari sekadar laga sepak bola biasa. Rivalitas panjang yang dikenal sebagai El Clasico Indonesia kembali tersaji pada penutup putaran pertama BRI Super League musim 2025/2026. Duel panas ini akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Minggu, 11 Januari 2026.
Menjelang pertandingan sarat gengsi tersebut, pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menegaskan bahwa timnya tidak akan datang ke Bandung dengan pendekatan defensif. Ia memastikan Macan Kemayoran akan tetap bermain agresif, berani, dan berambisi meraih hasil maksimal meski harus tampil di kandang lawan yang dikenal angker.
Persija Datang dengan Persiapan Matang
Mauricio Souza mengungkapkan bahwa persiapan tim berjalan sangat positif, baik dari sisi fisik, taktik, maupun mental pemain. Ia menilai suasana di dalam tim berada dalam kondisi kondusif dan penuh semangat. Para pemain disebutnya menunjukkan profesionalisme tinggi serta kesiapan menghadapi tekanan besar yang selalu menyertai laga melawan Persib.
Pelatih asal Brasil itu menegaskan kepercayaannya kepada seluruh pemain yang ada di dalam skuad. Menurutnya, atmosfer positif menjadi modal penting untuk menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi seperti derby klasik ini. Ia juga menyampaikan bahwa timnya menikmati proses persiapan dan tidak terbebani oleh status sebagai tim tamu.
Mauricio menyadari sepenuhnya bahwa Persib adalah lawan yang kuat, terlebih dengan dukungan puluhan ribu Bobotoh di GBLA. Namun, ia menekankan bahwa Persija datang dengan keyakinan dan identitas permainan yang jelas, bukan sekadar bertahan dan menunggu peluang.
Derby dengan Beban Psikologis Tinggi
Laga Persib kontra Persija selalu menghadirkan tekanan psikologis besar bagi kedua tim. Tidak hanya pemain, pelatih pun berada dalam sorotan tajam publik dan media. Mauricio Souza mengakui bahwa pertandingan ini memiliki nilai emosional yang jauh lebih besar dibanding laga liga biasa.
Ia menilai motivasi pemain sudah terbentuk secara alami tanpa perlu dorongan berlebihan dari staf pelatih. Rivalitas historis, gengsi klub, dan ekspektasi suporter menjadi faktor pendorong utama yang membuat para pemain siap memberikan segalanya di lapangan.
Menurut Mauricio, pertandingan derby selalu berjalan ketat karena kedua tim sama-sama berhati-hati, namun tetap agresif. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal, sehingga konsentrasi dan kontrol emosi menjadi aspek krusial dalam pertandingan ini.
Persija Tak Ingin Terjebak Bertahan
Meski bermain di kandang Persib yang dikenal sulit ditaklukkan, Mauricio menegaskan Persija tidak akan mengubah karakter permainannya menjadi terlalu bertahan. Ia menolak anggapan bahwa tim tamu harus bermain aman demi menghindari kekalahan.
Persija, kata Mauricio, akan tetap berusaha menguasai permainan, membangun serangan, dan menekan lawan pada momen-momen tertentu. Ia percaya bahwa pendekatan berani justru dapat meredam tekanan publik tuan rumah dan membuat Persib tidak leluasa mengembangkan permainan.
Namun demikian, Mauricio juga menekankan pentingnya keseimbangan. Bermain agresif tidak berarti mengabaikan organisasi pertahanan. Ia meminta pemainnya tetap disiplin, menjaga jarak antarlini, dan tidak terpancing emosi oleh provokasi di lapangan maupun tekanan suporter.
Persib dan Kekuatan Kandang GBLA
Di sisi lain, Persib Bandung dikenal memiliki rekor kandang yang solid. Bermain di GBLA kerap memberikan energi tambahan bagi Maung Bandung. Dukungan suporter yang masif sering kali membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan sejak menit awal.
Mauricio menyadari faktor tersebut, namun ia menilai tekanan justru bisa berbalik menjadi beban bagi tuan rumah jika Persija mampu tampil tenang dan efektif. Ia mengingatkan pemainnya untuk fokus pada permainan sendiri dan tidak larut dalam atmosfer stadion.
Menurutnya, pengalaman sejumlah pemain Persija yang telah sering tampil di laga besar menjadi modal penting untuk menghadapi situasi ini. Mentalitas dan kedewasaan bermain akan sangat menentukan hasil akhir pertandingan.
Posisi Klasemen dan Taruhan Gengsi
Pertandingan ini juga memiliki arti penting dalam konteks klasemen. Persija dan Persib sama-sama berada di papan atas dan berambisi menutup putaran pertama dengan hasil positif. Kemenangan tidak hanya berdampak pada perolehan poin, tetapi juga pada kepercayaan diri tim dalam menghadapi putaran kedua kompetisi.
Bagi Persija, mencuri poin di Bandung akan menjadi sinyal kuat bahwa mereka layak diperhitungkan sebagai kandidat juara. Sementara bagi Persib, kemenangan di kandang atas rival abadi akan semakin mengukuhkan dominasi mereka di paruh musim.
Mauricio menegaskan bahwa timnya tidak ingin sekadar tampil baik, tetapi juga membawa pulang hasil. Ia menyadari betul bahwa kemenangan di laga ini akan memiliki dampak psikologis besar bagi perjalanan Persija ke depan.
Kontrol Emosi Jadi Kunci
Salah satu pesan utama Mauricio kepada pemainnya adalah pentingnya mengendalikan emosi. Derby Persib vs Persija kerap diwarnai pelanggaran keras, adu argumen, hingga kartu. Ia meminta pemainnya tetap fokus pada permainan dan tidak terpancing situasi di luar lapangan.
Menurutnya, tim yang mampu menjaga emosi dengan baik biasanya memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan pertandingan. Kedisiplinan dan kecerdasan membaca permainan menjadi faktor penentu dalam duel sekelas ini.
Penutup
Laga Persib Bandung vs Persija Jakarta pada penutup putaran pertama BRI Super League 2025/2026 dipastikan menjadi tontonan menarik. Dengan pernyataan tegas Mauricio Souza bahwa Persija tidak akan bermain bertahan, pertandingan ini diprediksi berlangsung terbuka dan penuh intensitas.
Rivalitas panjang, kualitas pemain, serta ambisi besar kedua tim menjadikan duel di GBLA ini lebih dari sekadar pertandingan liga. Bagi Persija, ini adalah momentum untuk menunjukkan mental juara. Bagi Persib, ini adalah kesempatan mempertahankan supremasi di hadapan pendukung sendiri. Satu hal yang pasti, El Clasico Indonesia kali ini akan kembali menyajikan drama, emosi, dan sepak bola dengan tensi tinggi.
Baca Juga : Jadwal AS Roma vs Sassuolo Serie A Tayang Dini Hari
Cek Juga Artikel Dari Platform : mabar

