capoeiravadiacao.org Pelaksanaan Bazar Ramadan yang digelar oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Gorontalo menjadi momentum penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Gorontalo. Gubernur Gusnar Ismail menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial Ramadan, melainkan instrumen strategis untuk membuka akses pasar baru bagi UMKM lokal.
Dalam pembukaan bazar yang berlangsung di Galeri UMKM Olaku, Gusnar menekankan bahwa ekonomi syariah dan konsumsi produk halal lokal harus menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Ramadan dinilai sebagai momentum yang tepat untuk mendorong masyarakat lebih mengenal dan mencintai produk-produk buatan pelaku usaha lokal.
UMKM Pilar Ekonomi Daerah
Bagi Gusnar, UMKM bukan hanya sektor pendukung, tetapi pilar utama ekonomi Gorontalo. Dalam visi kepemimpinannya, penguatan UMKM menjadi agenda prioritas yang dijalankan secara terstruktur dan berjenjang.
Ia menjelaskan bahwa pembinaan pelaku usaha dilakukan melalui tahapan yang sistematis. Pada level dasar, fokus diarahkan pada penguatan legalitas usaha, pencatatan keuangan sederhana, literasi digital, serta pelatihan kewirausahaan bagi pemula.
Langkah ini bertujuan menciptakan fondasi usaha yang sehat. Legalitas yang jelas dan pencatatan keuangan yang rapi menjadi kunci agar UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan.
Naik Kelas Lewat Sistem Berjenjang
Setelah melewati tahap dasar, UMKM diarahkan ke level menengah. Pada tahap ini, pemerintah mendorong peningkatan kualitas produk, pembaruan desain kemasan, akses pembiayaan, serta perluasan pemasaran termasuk melalui marketplace digital.
Di level lanjutan, pelaku usaha didorong untuk melakukan digitalisasi bisnis, masuk dalam rantai pasok industri, memperoleh sertifikasi mutu dan halal, serta mulai berorientasi ekspor. Sistem berjenjang ini diharapkan dapat membantu UMKM naik kelas secara bertahap dan terukur.
Gusnar menyebut bahwa proses pendampingan tidak berhenti pada pemberian modal. Pemerintah juga melakukan monitoring untuk memastikan pelaku usaha berkembang sesuai target dan mampu memanfaatkan akses pembiayaan dari lembaga keuangan formal.
Bazar Ramadan sebagai Instrumen Pasar
Bazar Ramadan menjadi ruang konkret bagi UMKM untuk memasarkan produknya secara langsung kepada masyarakat. Selain meningkatkan penjualan, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi dan pengenalan merek lokal.
Melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia dan KDEKS, pelaku UMKM mendapat kesempatan mengikuti business matching. Penyerahan dokumen kerja sama tersebut diharapkan membuka peluang distribusi yang lebih luas.
Bazar tidak hanya menjadi ajang transaksi, tetapi juga simbol penguatan ekosistem ekonomi syariah. Produk halal lokal didorong untuk semakin kompetitif dan mampu bersaing di pasar yang lebih besar.
Momentum Event Nasional
Gubernur juga mengajak pelaku UMKM memanfaatkan momentum Pekan Nasional Petani Nelayan yang akan digelar di Gorontalo. Event berskala nasional tersebut diproyeksikan menghadirkan puluhan ribu peserta dari berbagai daerah.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi peluang emas untuk memperluas jaringan pasar dan meningkatkan omset pelaku usaha kecil dan menengah. Ia mendorong UMKM segera mendaftar dan berpartisipasi aktif agar dapat meraih manfaat ekonomi dari event tersebut.
Dengan perencanaan matang, UMKM diharapkan mampu memanfaatkan setiap momentum besar sebagai batu loncatan untuk berkembang lebih jauh.
Kajian Kebijakan Afirmatif
Sebagai Ketua KDEKS Gorontalo, Gusnar juga menyampaikan rencana untuk mengkaji kebijakan afirmatif guna meringankan beban pelaku usaha. Jika memungkinkan secara regulasi dan fiskal, pemerintah daerah akan mendorong keringanan atau pembebasan retribusi daerah bagi UMKM.
Langkah ini dimaksudkan untuk memberikan ruang napas lebih luas bagi pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya. Dukungan kebijakan diharapkan memperkuat daya saing sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.
Kebijakan afirmatif menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.
Ekonomi Syariah dan Kemandirian Daerah
Bazar Ramadan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi dan keuangan syariah di Gorontalo. Konsumsi produk halal lokal didorong agar mampu menggerakkan roda ekonomi daerah secara lebih mandiri.
Dengan sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha, ekosistem UMKM diharapkan semakin solid. Dukungan pembinaan, akses pasar, hingga fasilitasi pembiayaan menjadi rangkaian kebijakan yang saling melengkapi.
Gusnar optimistis bahwa melalui pendekatan berjenjang dan kolaboratif, UMKM Gorontalo mampu tumbuh lebih kuat dan berdaya saing. Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat fondasi tersebut, sekaligus membuka jalan bagi pelaku usaha naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas.

Cek Juga Artikel Dari Platform kalbarnews.web.id
