
capoeiravadiacao – Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishub Kalsel) secara resmi mengumumkan penambahan personel keamanan dan pengawas di dalam armada bus layanan publik. Langkah cepat ini diambil sebagai respons atas insiden yang sempat meresahkan penumpang, di mana seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dilaporkan mengamuk dan melakukan tindakan tidak terduga di dalam bus yang sedang beroperasi. Penambahan petugas ini bertujuan untuk menjamin keamanan, kenyamanan, serta memberikan rasa tenang bagi seluruh masyarakat yang mengandalkan transportasi umum untuk mobilitas harian mereka.
Beberapa langkah strategis yang mulai diimplementasikan oleh Dishub Kalsel menyusul insiden tersebut meliputi:
- Penempatan Petugas Keamanan Internal: Setiap armada bus, terutama pada rute-rute padat penumpang, kini akan dikawal oleh petugas keamanan yang telah dibekali pelatihan penanganan situasi darurat dan prosedur evakuasi medis dasar.
- Peningkatan Pengawasan di Halte: Petugas di lapangan akan lebih selektif dalam memantau kondisi calon penumpang sebelum memasuki bus. Jika ditemukan individu yang menunjukkan perilaku tidak stabil atau berpotensi membahayakan, petugas akan berkoordinasi dengan dinas sosial setempat.
- Pemasangan Kamera Pengawas (CCTV) Tambahan: Sistem pemantauan di dalam bus ditingkatkan agar pusat kendali dapat memantau situasi secara real-time. Hal ini memudahkan koordinasi jika sewaktu-waktu dibutuhkan bantuan keamanan atau medis di tengah perjalanan.
- Sosialisasi Prosedur Keamanan bagi Penumpang: Masyarakat diberikan edukasi mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan jika terjadi gangguan keamanan di dalam bus, termasuk cara melaporkan kejadian melalui tombol darurat yang tersedia di beberapa titik.
Pihak pemerintah daerah menegaskan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Selain menambah personel, Dishub juga berencana memperkuat kerja sama dengan instansi terkait untuk memberikan penanganan yang tepat bagi individu dengan gangguan jiwa yang ditemukan di area fasilitas publik. Evaluasi berkala akan dilakukan terhadap kinerja petugas tambahan ini guna memastikan standar pelayanan tetap terjaga dan insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Respons positif datang dari para pengguna setia bus di Kalimantan Selatan yang merasa lebih aman dengan kehadiran petugas berseragam di dalam kendaraan. Mereka berharap langkah ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi menjadi standar tetap dalam pengelolaan transportasi publik yang modern dan inklusif. Dengan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan minat masyarakat untuk beralih ke transportasi umum akan semakin meningkat, sekaligus menciptakan lingkungan perjalanan yang lebih tertib dan kondusif bagi semua kalangan.
