Pekan Paling Panas di Dunia Fashion Global
Dunia fashion internasional kembali bergerak cepat dengan kabar-kabar besar yang menandai pergeseran arah industri. Dari akuisisi bernilai puluhan triliun rupiah, kolaborasi lintas disiplin antara olahraga dan mode eksperimental, hingga rilisan streetwear super-eksklusif yang menyasar kolektor kelas atas—pekan ini menjadi bukti bahwa luxury dan street culture semakin menyatu.
Berikut rangkuman mendalam kabar fashion terpanas yang mendominasi perbincangan global.
Golden Goose Resmi Diakuisisi, Valuasi Tembus Rp40 Triliun
Label sneakers mewah asal Italia, Golden Goose, memasuki babak baru setelah firma ekuitas swasta asal Tiongkok, HSG, menyepakati akuisisi saham mayoritas dengan valuasi sekitar €2,5 miliar atau setara Rp40 triliun.
Langkah ini menarik perhatian karena sebelumnya Golden Goose santer dikabarkan akan melantai di bursa lewat IPO. Namun, strategi tersebut kini bergeser ke jalur privat demi mendorong ekspansi jangka panjang yang lebih fleksibel, khususnya di segmen next-generation luxury.
Menariknya, struktur kepemimpinan inti tidak berubah. Silvio Campara tetap memegang posisi CEO, sementara mantan CEO Gucci, Marco Bizzarri, didapuk sebagai ketua non-eksekutif—sebuah sinyal kuat bahwa Golden Goose serius memperkuat DNA luxury-nya.
Secara finansial, performa Golden Goose melesat tajam. Pendapatan yang sempat berada di angka €266 juta pada 2020, diproyeksikan mencapai €655 juta pada 2024. Estetika khas “perfectly imperfect” yang memadukan craftsmanship Italia dan kesan lived-in sneakers tetap menjadi daya tarik utama dalam ekspansi globalnya.
ASICS x Miyake Design Studio Luncurkan “ISSEY MIYAKE FOOT”
Dari Eropa, sorotan beralih ke Jepang. Dua raksasa kreatif, ASICS dan Miyake Design Studio, resmi memperkenalkan proyek kolaboratif bertajuk “ISSEY MIYAKE FOOT”.
Debutnya menghadirkan sneakers revolusioner bernama HYPER TAPING, yang pertama kali diperkenalkan di panggung Paris Fashion Week lewat koleksi IM MEN Spring/Summer 2026. Siluet ini mengaburkan batas antara sepatu olahraga dan objek desain eksperimental.
Terinspirasi dari teknik athletic taping, desainnya menggunakan pita elastis tebal yang melilit kaki untuk memberikan stabilitas alami. Outsole berperforma tinggi dan midsole SPEVA khas ASICS mempertegas pendekatan sains olahraga, sementara filosofi body-centric ala Issey Miyake menjadikan sneakers ini terasa futuristik namun fungsional.
Direncanakan rilis 5 Januari 2026, HYPER TAPING akan hadir dalam palet warna Green, Black, dan Grey, dan diprediksi menjadi tonggak baru inovasi footwear global.
Drake Naikkan Level Luxury Streetwear lewat NOCTA x Chrome Hearts
Di ranah streetwear mewah, Drake kembali mengguncang industri lewat kolaborasi tiga arah antara Nike NOCTA dan Chrome Hearts.
Pusat perhatian jatuh pada jaket puffer camo “Realtree” yang dibanderol fantastis di harga US$39.000. Bukan sekadar outerwear, jaket ini dibuat dari leather Italia premium dengan motif kamuflase yang tersusun dari ikon salib khas Chrome Hearts, lengkap dengan ritsleting belati berbahan sterling silver.
Selain jaket puffer, koleksi ini juga mencakup t-shirt dan crewneck heavyweight dengan grafis co-branding bertekstur tinggi. Namun, strategi rilisnya sangat eksklusif—hanya tersedia melalui jalur friends and family serta beberapa flagship Chrome Hearts terpilih.
Pendekatan ini memperkuat status koleksi tersebut sebagai holy grail bagi kolektor high-end dan menegaskan bagaimana Drake mendorong streetwear ke ranah ultra-luxury.
WOOYOUNGMI Hadirkan Flagship Monolitik Baru di Seoul
Tak kalah menarik, dunia arsitektur fashion turut mencuri perhatian. Brand Korea WOOYOUNGMI meresmikan flagship store keduanya di distrik Itaewon, Seoul.
Bangunan ini dirancang oleh firma Swiss-Italia Stocker Lee Architetti dengan konsep “urban monolith” yang tenang namun berkarakter kuat. Material beton bertekstur pada bagian bawah dipadukan dengan blok kaca bercahaya di atas, menciptakan efek visual seperti lentera kota saat malam hari.
Interiornya dirancang mengalir mengikuti kontur lahan, menghadirkan pengalaman retail yang sinematik dan minim branding berlebihan. Fokusnya terletak pada taktilitas material—batu, baja, dan kayu—yang sejalan dengan filosofi desain WOOYOUNGMI yang understated namun berkelas.
Pergeseran Arah Industri Fashion Global
Jika ditarik benang merah, seluruh kabar pekan ini menunjukkan satu pola besar: fashion bergerak menuju eksklusivitas strategis dan inovasi lintas disiplin. Akuisisi Golden Goose menegaskan minat investor global terhadap luxury lifestyle brand. Kolaborasi ASICS x Issey Miyake menunjukkan masa depan footwear yang menggabungkan teknologi dan seni. Sementara Drake lewat NOCTA x Chrome Hearts membuktikan bahwa streetwear kini setara dengan luxury paling elite.
Dengan dinamika seperti ini, industri fashion tak lagi sekadar soal busana, tetapi juga tentang strategi bisnis, identitas budaya, dan pengalaman yang semakin personal serta eksklusif.
Kesimpulan
Pekan ini menjadi pengingat bahwa fashion global tengah berada di fase transformasi besar. Dari transaksi bernilai miliaran euro hingga rilisan super-terbatas yang menyasar kolektor, setiap langkah menunjukkan bagaimana brand dan kreator berlomba menciptakan nilai lebih dari sekadar produk.
Satu hal yang pasti: dunia fashion belum akan melambat—justru semakin selektif, eksperimental, dan bernilai tinggi.
Baca Juga : Pengangguran Kota Tangerang Turun Drastis Sepanjang 2025
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : outfit

