capoeiravadiacao.org Pemerintah Kabupaten Aceh Besar kembali menunjukkan kepedulian dan empati kepada tokoh agama serta keluarga besar ulama. Bupati Aceh Besar Muharram Idris, yang akrab disapa Syech Muharram, bersama Wakil Bupati dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Aceh Besar, melakukan takziah ke rumah duka ibunda Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh.
Kunjungan tersebut ditujukan kepada keluarga almarhumah Hj. Rusni binti H. Yunus, ibunda dari Faisal Ali, yang dikenal luas dengan panggilan Abu Sibreh. Kepergian almarhumah meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar, tetapi juga bagi masyarakat Aceh Besar dan kalangan dayah yang selama ini dekat dengan sosok Abu Sibreh.
Wujud Empati Pemerintah Daerah
Kehadiran langsung Bupati, Wakil Bupati, dan jajaran Forkopimda Aceh Besar menjadi simbol empati dan kepedulian pemerintah daerah. Takziah ini juga mencerminkan hubungan erat antara pemerintah dan ulama sebagai mitra strategis dalam menjaga kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, ulama memiliki posisi yang sangat penting. Ulama bukan hanya pemimpin spiritual, tetapi juga menjadi panutan moral dan sosial. Oleh karena itu, setiap duka yang dialami keluarga ulama juga dirasakan sebagai duka bersama.
Dalam suasana penuh kehangatan dan kesederhanaan, rombongan pemerintah daerah menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan. Ungkapan duka tersebut disampaikan dengan penuh ketulusan sebagai bentuk solidaritas dan kebersamaan.
Doa dan Harapan untuk Almarhumah
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aceh Besar menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhumah Hj. Rusni. Ia mendoakan agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta seluruh amal ibadahnya diterima.
Bupati juga berharap agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Menurutnya, kesabaran dalam menghadapi musibah merupakan bagian dari ujian kehidupan yang harus dihadapi dengan keikhlasan dan keimanan.
Doa-doa tersebut tidak hanya disampaikan secara lisan, tetapi juga diwujudkan melalui doa bersama yang dipanjatkan di rumah duka. Doa dipimpin oleh ulama setempat dan diikuti seluruh rombongan yang hadir.
Kehadiran Forkopimda dan Tokoh Daerah
Takziah ini turut dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah. Hadir mendampingi Bupati dan Wakil Bupati antara lain Sekretaris Daerah Aceh Besar, perwakilan TNI dan Polri, Ketua MPU Aceh Besar, Imum Chik Masjid Agung Al-Munawwarrah Kota Jantho, serta pimpinan instansi vertikal dan daerah lainnya.
Kehadiran para pejabat dan tokoh daerah tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antarlembaga di Aceh Besar. Sinergi ini tidak hanya terjalin dalam urusan pemerintahan, tetapi juga dalam momentum sosial dan keagamaan.
Bagi masyarakat yang hadir di rumah duka, kehadiran Forkopimda memberikan pesan bahwa pemerintah selalu dekat dengan rakyat. Pemerintah tidak hanya hadir dalam agenda formal, tetapi juga dalam suasana duka dan kebersamaan.
Suasana Haru dan Khidmat
Suasana di rumah duka berlangsung dengan penuh haru dan khidmat. Para tamu yang hadir mengikuti doa bersama dengan khusyuk. Doa tersebut menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada almarhumah sekaligus ungkapan kepasrahan kepada kehendak Allah SWT.
Setelah doa bersama, rombongan pemerintah daerah juga melaksanakan salat berjamaah. Salat tersebut menjadi penutup rangkaian kunjungan takziah. Momen ini semakin mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat.
Ulama sebagai Pilar Pembangunan Daerah
Kunjungan takziah ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk terus menjaga hubungan harmonis dengan ulama dan pimpinan dayah. Ulama dipandang sebagai pilar penting dalam membangun Aceh Besar yang religius dan berakhlak.
Pemerintah daerah menyadari bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan ekonomi. Pembangunan juga harus menyentuh aspek spiritual dan moral masyarakat. Dalam hal ini, peran ulama sangat menentukan.
Dengan menjalin hubungan yang erat dan saling menghormati, pemerintah dan ulama dapat berjalan seiring. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih harmonis, berkeadaban, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Pesan Kebersamaan dan Silaturahmi
Melalui kunjungan ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya kebersamaan. Duka tidak dipikul sendiri, tetapi dirasakan bersama. Kehadiran pemerintah menjadi bukti nyata bahwa nilai empati dan solidaritas tetap dijunjung tinggi.
Takziah ini juga menjadi pengingat bahwa hubungan antara pemerintah dan tokoh agama bukan sekadar hubungan formal. Hubungan tersebut dibangun atas dasar saling menghormati, saling mendukung, dan kepedulian yang tulus.
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap silaturahmi yang terjalin dengan para ulama dan masyarakat dapat terus terjaga. Dengan kebersamaan tersebut, Aceh Besar diharapkan terus berkembang sebagai daerah yang religius, bermartabat, dan penuh rasa kemanusiaan.

Cek Juga Artikel Dari Platform musicpromote.online
