capoeiravadiacao.org Universitas Muhammadiyah Surakarta terus memperkuat komitmennya terhadap ideologi Muhammadiyah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Darul Arqam Pimpinan. Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi pimpinan universitas. Tujuannya adalah memperdalam pemahaman nilai dasar Persyarikatan.
Darul Arqam Pimpinan dilaksanakan di lingkungan pendidikan Muhammadiyah di wilayah Klaten. Fokus utama kegiatan ini adalah penguatan Risalah Islam Berkemajuan. Selain itu, Manhaj Tarjih Muhammadiyah dan Fiqih Prioritas juga menjadi materi inti. Ketiga tema tersebut merupakan materi baku kaderisasi. Materi ini ditetapkan oleh Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Muhammadiyah.
Darul Arqam sebagai Ruang Internaliasi Nilai
Darul Arqam bukan sekadar kegiatan formal. Forum ini dirancang sebagai ruang internalisasi nilai ideologis. Para pimpinan diajak merefleksikan peran Muhammadiyah. Refleksi ini penting dalam menjawab tantangan zaman.
Dalam konteks perguruan tinggi, ideologi Muhammadiyah memiliki posisi sentral. Ideologi tersebut menjadi pembeda utama Amal Usaha Muhammadiyah. Oleh karena itu, penguatan ideologi pimpinan menjadi langkah strategis. Kebijakan kampus harus tetap sejalan dengan misi Persyarikatan.
Peran Strategis Risalah Islam Berkemajuan
Wakil Rektor III UMS Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Pengkaderan, dan Alumni, Mutohharun Jinan, menjelaskan pentingnya Risalah Islam Berkemajuan. Konsep ini menjadi visi besar Muhammadiyah. Islam dipahami selaras dengan ilmu pengetahuan dan kemajuan peradaban.
Risalah Islam Berkemajuan mendorong sikap moderat dan rasional. Nilai ini juga menekankan kemaslahatan umat. Bagi pimpinan perguruan tinggi, konsep tersebut menjadi landasan kebijakan. Kebijakan kampus harus relevan dengan tantangan sosial dan akademik.
Manhaj Tarjih sebagai Pedoman Keputusan
Selain Risalah Islam Berkemajuan, Manhaj Tarjih juga menjadi fokus utama. Manhaj Tarjih adalah metode pengambilan keputusan keagamaan. Metode ini menggabungkan dalil, nalar, dan konteks.
Dalam praktiknya, Manhaj Tarjih membantu pimpinan bersikap bijak. Keputusan tidak diambil secara tekstual semata. Pertimbangan kemanfaatan dan realitas sosial menjadi bagian penting. Pendekatan ini membuat kebijakan kampus lebih adaptif.
Fiqih Prioritas untuk Tantangan Kompleks
Fiqih Prioritas menjadi materi penting dalam Darul Arqam. Pendekatan ini mengajarkan penentuan skala prioritas. Tidak semua persoalan memiliki tingkat urgensi yang sama.
Di lingkungan perguruan tinggi, pimpinan sering menghadapi dilema kebijakan. Fiqih Prioritas membantu menentukan langkah paling maslahat. Keputusan diharapkan tepat sasaran dan berkeadilan. Pendekatan ini juga mencegah kebijakan yang reaktif.
Tanggung Jawab Amal Usaha Muhammadiyah
Menurut Mutohharun Jinan, seluruh Amal Usaha Muhammadiyah memiliki tanggung jawab ideologis. Tanggung jawab tersebut meliputi pemahaman dan implementasi keputusan Persyarikatan. Perguruan tinggi memegang peran strategis dalam proses ini.
Sebagai pusat ilmu pengetahuan, kampus Muhammadiyah harus menjadi teladan. Nilai Persyarikatan perlu hidup dalam kebijakan dan budaya akademik. Ideologi tidak boleh berhenti pada tataran wacana. Nilai tersebut harus hadir dalam praktik nyata.
Internaliasi Nilai di Luar Forum Darul Arqam
Darul Arqam bukan satu-satunya sarana internalisasi nilai. Proses ini harus berlangsung secara berkelanjutan. Nilai Muhammadiyah perlu dihadirkan dalam berbagai kegiatan kampus.
Kegiatan akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat menjadi media penting. Kebijakan kelembagaan juga harus mencerminkan nilai Persyarikatan. Dengan cara ini, ideologi menjadi napas institusi. Sivitas akademika dapat merasakannya secara langsung.
Penguatan Kaderisasi Pimpinan Kampus
Darul Arqam Pimpinan juga berfungsi sebagai sarana kaderisasi. Pimpinan diharapkan memiliki kesadaran ideologis yang kuat. Kesadaran ini penting dalam menjalankan amanah kepemimpinan.
Pimpinan yang memahami nilai Muhammadiyah dapat menjadi teladan. Teladan tersebut berdampak pada dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Budaya kampus akan terbentuk secara alami. Ideologi tidak dipaksakan, tetapi dihidupkan.
Menjaga Identitas UMS di Tengah Perubahan
Dunia pendidikan tinggi terus mengalami perubahan cepat. Globalisasi dan teknologi membawa tantangan baru. Profesionalisme menjadi tuntutan utama. Namun, identitas institusi tidak boleh tergerus.
Melalui Darul Arqam Pimpinan, UMS meneguhkan jati dirinya. Penguatan ideologi menjadi fondasi menghadapi perubahan. Kampus diharapkan tetap unggul secara akademik. Pada saat yang sama, nilai Islam Berkemajuan tetap terjaga.
Komitmen Jangka Panjang UMS
Pelaksanaan Darul Arqam Pimpinan menunjukkan komitmen jangka panjang UMS. Ideologi Muhammadiyah ditempatkan sebagai fondasi utama. Seluruh pimpinan diarahkan untuk memiliki visi yang sama.
Dengan pemahaman yang kuat, kebijakan kampus dapat berjalan selaras. UMS diharapkan terus berkontribusi bagi umat dan bangsa. Perguruan tinggi ini tidak hanya mencetak lulusan unggul. UMS juga membentuk insan berkarakter dan berkemajuan.

Cek Juga Artikel Dari Platform wikiberita.net
