Makna Isra Mikraj dalam Kehidupan Umat Islam
Isra Mikraj merupakan salah satu peristiwa paling penting dan monumental dalam sejarah Islam. Peristiwa ini tidak hanya menjadi tonggak spiritual dalam perjalanan kenabian Muhammad SAW, tetapi juga menjadi fondasi utama pelaksanaan ibadah salat lima waktu yang wajib dijalankan oleh seluruh umat Muslim.
Isra Mikraj adalah perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW yang terbagi menjadi dua fase. Isra adalah perjalanan malam dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem. Sementara Mikraj adalah perjalanan naik ke langit hingga Sidratul Muntaha untuk menerima perintah langsung dari Allah SWT.
Pada peristiwa inilah, Allah SWT mewajibkan salat kepada umat Islam. Awalnya, salat diperintahkan sebanyak 50 kali dalam sehari semalam. Namun, atas kasih sayang Allah dan permohonan Nabi Muhammad SAW, jumlah tersebut diringankan menjadi lima waktu, dengan pahala tetap setara 50 kali salat.
Oleh karena itu, Isra Mikraj menjadi pengingat bahwa salat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan sarana utama komunikasi antara hamba dan Tuhannya. Peringatan Isra Mikraj setiap tahun menjadi momentum refleksi spiritual bagi umat Islam untuk memperbaiki kualitas ibadah dan keimanan.
Kapan Isra Mikraj 2026 Diperingati?
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, peringatan Isra Mikraj 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026. Tanggal tersebut juga ditetapkan sebagai hari libur nasional di Indonesia.
Dengan ditetapkannya hari libur nasional, umat Islam memiliki kesempatan lebih luas untuk memperbanyak ibadah, mengikuti pengajian, dan merenungkan kembali makna Isra Mikraj dalam kehidupan sehari-hari.
5 Amalan Utama yang Dianjurkan saat Isra Mikraj
1. Menjaga dan Menyempurnakan Salat Lima Waktu
Salat merupakan inti dari peristiwa Isra Mikraj. Oleh sebab itu, amalan paling utama yang perlu dilakukan adalah menjaga kualitas salat lima waktu.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Menunaikan salat tepat waktu
- Menjaga kekhusyukan selama salat
- Tidak meninggalkan salat wajib dalam kondisi apa pun
Salat adalah tiang agama. Apabila salat seseorang baik, maka ibadah dan amal lainnya juga akan ikut baik. Momentum Isra Mikraj sangat tepat digunakan untuk memperbaiki kebiasaan salat yang selama ini mungkin masih lalai.
2. Memperbanyak Salat Sunah
Selain salat wajib, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak salat sunah sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Salat sunah juga berfungsi menyempurnakan kekurangan dalam salat wajib.
Beberapa salat sunah yang dianjurkan antara lain:
- Salat Tahajud
- Salat Duha
- Salat Rawatib
- Salat Hajat
Melalui salat sunah, seorang Muslim menunjukkan kesungguhan dalam beribadah dan keinginan untuk lebih dekat kepada Allah SWT.
3. Membaca dan Mengamalkan Al-Qur’an
Isra Mikraj juga menjadi momentum yang tepat untuk mempererat hubungan dengan Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an bukan hanya sekadar melafalkan ayat-ayatnya, tetapi juga memahami dan mengamalkan maknanya dalam kehidupan sehari-hari.
Umat Islam dianjurkan untuk:
- Membaca Al-Qur’an secara rutin
- Merenungi makna ayat-ayatnya
- Mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam perilaku sehari-hari
Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, seseorang akan lebih mudah menjalani kehidupan dengan penuh ketenangan dan arah yang jelas.
4. Memperbanyak Dzikir dan Doa
Dzikir dan doa adalah amalan ringan yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk pada peringatan Isra Mikraj. Dzikir membantu menenangkan hati dan mengingat Allah SWT di setiap keadaan.
Beberapa dzikir yang dianjurkan antara lain:
- Istighfar
- Tasbih
- Tahmid
- Tahlil
- Selawat kepada Nabi Muhammad SAW
Selain itu, umat Islam dianjurkan membaca doa bulan Rajab, sebagai bentuk harapan agar diberi keberkahan dan umur panjang hingga bertemu bulan Ramadan:
“Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadhana.”
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, serta sampaikan kami ke bulan Ramadan.”
5. Puasa Sunah di Bulan Rajab
Puasa sunah di bulan Rajab termasuk amalan yang dianjurkan, meskipun tidak diwajibkan secara khusus pada hari Isra Mikraj. Puasa sunah membantu melatih pengendalian diri, meningkatkan kesabaran, dan membersihkan hati.
Puasa di bulan Rajab juga menjadi persiapan spiritual menuju bulan Ramadan. Dengan berpuasa, umat Islam dapat melatih diri untuk lebih disiplin dalam menjalankan ibadah.
Hikmah Isra Mikraj bagi Kehidupan Umat Islam
Isra Mikraj mengajarkan bahwa setiap kesulitan akan diiringi dengan kemudahan. Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat setelah melalui masa-masa berat dalam hidupnya. Hal ini menjadi pelajaran bahwa kedekatan dengan Allah SWT adalah sumber kekuatan utama dalam menghadapi ujian hidup.
Peringatan Isra Mikraj juga mengingatkan umat Islam bahwa ibadah bukanlah beban, melainkan kebutuhan jiwa. Dengan memperbaiki salat dan ibadah lainnya, kehidupan akan terasa lebih tenang dan bermakna.
Penutup
Isra Mikraj bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi momentum refleksi spiritual yang sangat berharga. Melalui amalan salat, membaca Al-Qur’an, dzikir, doa, dan puasa sunah, umat Islam dapat menjadikan Isra Mikraj sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Semoga peringatan Isra Mikraj 2026 membawa keberkahan, meningkatkan keimanan, dan memperkuat hubungan kita dengan Allah SWT.
Baca juga : PBB Desak Hentikan Kekerasan di Iran dan Lindungi Warga Sipil
Cek Juga Artikel Dari Platform : koronovirus

