capoeiravadiacao.org Cuaca ekstrem kembali melanda Kabupaten Batang dan menimbulkan dampak serius bagi masyarakat. Hujan dengan intensitas tinggi yang turun secara terus-menerus menyebabkan terjadinya tanah longsor dan banjir di berbagai wilayah. Bencana ini memengaruhi ribuan warga serta mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Batang mencatat sedikitnya belasan titik terdampak. Kondisi tersebut dipicu oleh tingginya curah hujan yang membuat tanah menjadi jenuh air dan meningkatkan debit sungai secara signifikan hingga meluap ke permukiman warga.
Longsor Terjadi di Sejumlah Kecamatan
Beberapa kejadian tanah longsor dilaporkan terjadi di wilayah perbukitan dan permukiman yang berada di lereng. Longsor menimpa sejumlah desa di beberapa kecamatan, menyebabkan rumah warga terdampak dan akses jalan sempat terganggu.
Material tanah dan bebatuan menutup sebagian halaman rumah dan saluran air. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini membuat warga waspada karena potensi longsor susulan masih dapat terjadi.
BPBD bersama aparat setempat segera melakukan pendataan dan pembersihan awal guna memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi longsor.
Banjir Rendam Permukiman Padat
Selain longsor, banjir menjadi dampak paling luas dari hujan deras yang mengguyur wilayah Batang. Air meluap dari sungai dan saluran drainase yang tidak mampu menampung debit hujan.
Sejumlah kelurahan dan desa terdampak genangan dengan ketinggian bervariasi. Di beberapa titik, air merendam rumah warga hingga setinggi dada orang dewasa. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh dan memaksa sebagian keluarga memindahkan barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi.
Karangasem Utara Jadi Wilayah Terparah
Wilayah yang mengalami dampak paling besar berada di Kelurahan Karangasem Utara. Genangan air merendam permukiman di beberapa rukun warga, dengan jumlah warga terdampak mencapai ribuan jiwa.
Banjir di kawasan ini disebabkan oleh meluapnya aliran sungai serta buruknya sistem drainase lingkungan. Air yang masuk ke rumah warga bertahan cukup lama sehingga memperparah kondisi.
Meski sebagian besar warga memilih bertahan di rumah, sejumlah warga rentan seperti balita dan lansia dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Desa Klidang Lor Juga Terdampak
Selain Karangasem Utara, Desa Klidang Lor turut mengalami banjir cukup parah. Genangan merendam beberapa wilayah permukiman dan menyebabkan ratusan kepala keluarga terdampak.
Ketinggian air di desa tersebut bervariasi, namun di beberapa titik mencapai lebih dari satu meter. Warga harus menghentikan aktivitas sehari-hari dan menunggu air surut.
Kondisi ini berdampak langsung terhadap perekonomian warga, terutama mereka yang bergantung pada aktivitas harian dan usaha kecil.
Upaya Penanganan Darurat
BPBD Batang bersama unsur TNI, Polri, dan relawan langsung bergerak melakukan penanganan awal. Tim gabungan melakukan pemantauan, evakuasi terbatas, serta distribusi bantuan darurat bagi warga yang membutuhkan.
Petugas juga memastikan tidak ada warga yang terjebak di dalam rumah akibat naiknya air. Prioritas penanganan diberikan kepada kelompok rentan, termasuk anak-anak dan lansia.
Posko siaga disiapkan untuk memantau perkembangan situasi dan menyalurkan bantuan apabila kondisi memburuk.
Tidak Ada Korban Jiwa
Hingga laporan terakhir diterima, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski demikian, kerugian material cukup signifikan, terutama pada sektor perumahan dan pertanian.
Sejumlah perabot rumah tangga rusak akibat terendam air. Beberapa lahan pertanian juga terdampak banjir sehingga berpotensi memengaruhi hasil panen warga.
Imbauan Waspada Bencana Susulan
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan. Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dan dapat memicu banjir maupun longsor lanjutan.
Warga yang tinggal di wilayah rawan diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Masyarakat juga diingatkan untuk segera melapor jika terjadi tanda-tanda pergerakan tanah atau kenaikan air secara cepat.
Evaluasi Infrastruktur dan Lingkungan
Bencana yang terjadi kembali menyoroti pentingnya evaluasi sistem drainase dan tata kelola lingkungan. Alih fungsi lahan, penyempitan sungai, dan sedimentasi menjadi faktor yang memperparah dampak hujan deras.
Pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat program normalisasi sungai, perbaikan drainase, serta penguatan kawasan rawan longsor sebagai langkah mitigasi jangka panjang.
Solidaritas Masyarakat Menguat
Di tengah bencana, solidaritas masyarakat terlihat kuat. Warga saling membantu mengevakuasi barang, membersihkan rumah, dan memberikan dukungan kepada keluarga terdampak.
Gotong royong menjadi kekuatan penting dalam menghadapi situasi darurat. Kehadiran relawan dan aparat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang terdampak.
Penutup
Hujan deras yang memicu longsor dan banjir di Kabupaten Batang menjadi pengingat akan tingginya risiko bencana hidrometeorologi. Ribuan warga terdampak dan harus menghadapi kondisi sulit akibat genangan air dan longsoran tanah.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menuntut kesiapsiagaan semua pihak. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, diharapkan proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan cepat serta risiko bencana serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.

Cek Juga Artikel Dari Platform medianews.web.id
